
Aprilia Putri Halim Dayang Belitung 2025 Langkah Nyata Hadirkan Budaya Inklusif Tanpa Batas
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui bahasa isyarat, cerita budaya, serta simulasi penyusunan replika lauk pauk khas Belitung di atas dulang. Melalui aktivitas tersebut, peserta diajak memahami bahwa Bedulang tidak sekadar tradisi makan bersama, melainkan sebuah nilai kebersamaan yang menyatukan setiap individu di dalamnya.
Aprilia mengatakan, budaya tidak seharusnya hadir hanya untuk sebagian orang, melainkan harus dapat dirasakan oleh siapa saja tanpa terkecuali.
“Budaya bukan hanya tentang menjaga warisan tetap ada, tetapi tentang memastikan setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal, memahami, dan merasakannya. Karena bagi saya, budaya sejati adalah budaya yang mampu merangkul semua orang,” ujarnya.

Tak hanya mengenalkan budaya, kegiatan juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada tiga peserta berprestasi sebagai bentuk dukungan agar mereka terus percaya diri, semangat berkarya, dan yakin bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Melalui semangat Budaya Tanpa Batas, Aprilia berharap langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal bagi terciptanya ruang budaya yang lebih inklusif di masa depan.” Langkah kecil hari ini, untuk Belitung yang lebih inklusif esok hari,” tutupnya.



